MOTIVASI DALAM BELAJAR
Pengertian Motivasi
Pada dasarnya
motivasi adalah suatu usaha yang disadari untuk menggerakkan, menggarahkan dan
menjaga tingkah laku seseorang agar ia terdorong untuk bertindak melakukan
sesuatu sehingga mencapai hasil atau tujuan tertentu. Menurut Clayton Alderfer motivasi belajar adalah
kecenderungan peserta didik dalam melakukan kegiatan belajar yang didorong oleh
hasrat untuk mencapai prestasi atau hasil belajar sebaik mungkin.
Motivasi
dipandang sebagai dorongan mental yang menggerakkan dan mengarahkan perilaku
manusia, termasuk perilaku belajar. Dalam motivasi terkandung adanya keinginan
yang mengaktifkan, menggerakkan, menyalurkan dan mengarahkan sikap serta
perilaku pada individu belajar.
Motivasi
merupakan faktor penggerak maupun dorongan yang dapat memicu timbulnya rasa
semangat dan juga mampu merubah tingkah laku manusia atau individu untuk menuju
pada hal yang lebih baik untuk dirinya sendiri. Sardiman (2008: 75) mendefinisikan motivasi sebagai keseluruhan
daya penggerak di dalam diri peserta didik yang menimbulkan kegiatan belajar,
yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar dan yang memberikan arah pada
kegiatan belajar, sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar itu
dapat tercapai.
Motivasi adalah
perubahan dalam diri atau pribadi seseorang yang ditandai dengan timbulnya
perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan. Motivasi dapat ditinjau dari dua
sifat, yaitu motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik. Motivasi intrinsik
adalah keinginan bertindak yang disebabkan pendorong dari dalam individu,
sedangkan motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang keberadaannya karena
pengaruh dari luar individu. Tingkah laku yang terjadi dipengaruhi oleh
lingkungan.
Motivasi belajar
adalah proses yang memberi semangat belajar, arah, dan kegigihan perilaku.
Artinya, perilaku yang termotivasi adalah perilaku yang penuh energi, terarah
dan bertahan. Winkel (1983: 270) mendefinisikan
bahwa motivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak di dalam diri peserta
didik yang menimbulkan kegiatan serta memberi arah pada kegiatan belajar.
Dari berbagai
pengertian di atas dapat diambil pengertian bahwa motivasi belajar adalah suatu
dorongan atau daya penggerak dari dalam diri individu yang memberikan arah dan
semangat pada kegiatan belajar, sehingga dapat mencapai tujuan yang
dikehendaki. Jadi peran motivasi bagi peserta didik dalam belajar sangat
penting. Dengan adanya motivasi akan meningkatkan, memperkuat dan mengarahkan
proses belajarnya, sehingga akan diperoleh keefektifan dalam belajar.
Ciri-ciri
peserta didik yang bermotivasi antara lain : 1) tekun dalam menghadapi tugas;
2) ulet dalam menghadapi kesulitan; 3) tidak memerlukan dorongan dari luar
untuk berprestasi; 4) ingin mendalami lebih jauh materi yang dipelajari; 5)
selalu berusaha berprestasi sebaik mungkin; 6) menunjukkan minat terhadap
bermacam-macam masalah; 7) senang dan rajin belajar, penuh semangat, dan tidak
cepat bosan dengan tugas-tugas rutin; 8) dapat mempertanggungjawabkan
pendapat-pendapatnya; 9) mengejar tujuan jangka panjang; 10) senang mencari
soal dan memecahkan soal.
Jenis-Jenis
Motivasi
Sebagai kekuatan mental, motivasi
dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu motivasi primer dan motivasi sekunder.
1.
Motivasi primer adalah motivasi didasarkan pada
motif-motif dasar. Motif-motif dasar tersebut umumnya berasal dari segi
biologis dan jasmania seseorang. Jenis motivasi ini termasuk memelihara
kesehatan, minum, istirahat, mempertahankan diri, keamanan, membangun dan
kawin.
2.
Motivasi sekunder adalah motivasi yang dipelajari.
Jenis motivasi ini dapat berupa: kebutuhan organisme seperti ingin tahu,
memperoleh kecakapan, berprestasi, dan motof-motif sosial seperti kasih sayang,
kekuasaan dan kebebasan.
Motivasi dilihat dari sifatnya,
dibedakan menjadi dua, yaitu: motivasi instrinsik dan motivasi ekstrinsik.
1.
Motivasi instrinsik adalah motivasi yang bersumber dari
dalam diri seseorang. Motivasi instrinsik merupakan dorongan agar peserta didik
melakukan kegiatan belajar dengan maksud mencapai tujuan yang terkandung dalam
perbuatan itu sendiri. Motivasi ini terjadi pada saat peserta didik menyadari
pentingnya belajar dan ia belajar sungguh-sungguh tanpa disuruh orang lain,
atau dengan kata lain motivasi ini berkenaan dengan kebutuhan belajar peserta
didik sendiri.
2.
Motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang bersumber dari
luar diri seseorang. Motivasi ini adalah dorongan terhadap perilaku seseorang
yang ada diluar perbuatan yang dilakukannya. Orang berbuat sesuatu karena
dorongan dari luar, misalnya; guru memberikan hadiah, pujian, hukuman,
memberikan angka tinggi terhadap prestasi yang dicapainya, tidak menyalahkan
pekerjaan atau jawaban peserta didik secara terbuka sekalipun pekerjaan atau
jawaban tersebut belum memuaskan, menciptakan suasana belajar yang memberi kepuasan
dan kesenangan pada peserta didik, dsb.
Biggs dan Telfer (dalam Amri. 2013:
26-27) menyatakan bahwa ada empat golongan motivasi belajar peserta didik,
antara lain:
1.
Motivasi instrumental: peserta didik belajar karena didorong
oleh adanya hadiah atau menghindari hukuman.
2.
Motivasi sosial: peserta didik belajar untuk
penyelenggaraan tugas, dalam hal ini keterlibatan peserta didik pada tugas
menonjol.
3.
Motivasi berprestasi: peserta didik belajar untuk meraih
prestasi atau keberhasilan yang telah ditetapkan.
4.
Motivasi instrinsik: peserta didik belajar karena
keinginanya sendiri.
Prinsip
Motivasi Belajar
Motivasi memiliki beberapa prinsip
dasar dalam kegiatan pembelajaran. Prinsip-prinsip dasar tersebut yaitu:
1.
Pujian lebih efektif dari pada hukuman.
2.
Pemahaman yang jelas terhadap tujuan akan merangsang
motivasi.
3.
Semua peserta didik mempunyai kebutuhan psikologis tertentu
yang harus mendapat kepuasan.
4.
Motivasi yang berasal dari dalam individu lebih efektif dari pada motivasi yang
dipaksakan dari luar.
5.
Motivasi yang besar erat hubungannya dengan kreativitas
peserta didik.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Motivasi Belajar
Menurut pendapat Malcom Brownlee, faktor-faktor
mempengaruhi motivasi belajar adalah:
a) Faktor Guru
Seseorang dikatakan sebagai guru
tidak cukup “tahu” sesuatu materi yang akan diajarkan, tetapi pertama kali ia
harus merupakan seseorang yang memang memiliki “kepribadian guru” denga segala
ciri tingkat kedewasaannya dan memiliki kepribadian. Untuk itu perlu dikemukakan
dalam pembahasan ini sepuluh kompetensi guru yang berkaitan erat dengan
tugasnya membentuk motivasi belajar siswa di sekolah antara lain : (1) menguasai
bahan atau materi pengajaran, (2) mengelola program belajar mengajar, (3) Pengelolaan
kelas (4) menggunakan
Media dan sumber belajar (5) menguasai landasan-landasan kependidikan (6) mengelola
interaksi belajar-mengajar (7) menilai prestasi siswa untuk kepentingan pengajaran
(8) mengenal
fungsi dan program bimbingan & penyuluhan (9) mengenal dan menyelenggarakan
administrasi sekolah (10) mengenal prinsip-prinsip dan
menafsirkan hasil penelitian pendidikan guna kepentingan pengajaran
b)
Faktor Orangtua
Faktor orangtua dalam keluarga sangat menentukan juga
karena mereka adalah mitra para guru dalam bekerja bersama-sama untuk tujuan
tersebut. Orangtua tidak cukup puas hanya menyerahkan urusan dan tanggung jawab
ini pada guru.
c) Faktor
Lingkungan Masyarakat
Faktor lingkungan masyarakat tempat
berdomisili siswa menajadi unsur yang turut dipetimbangkan dalam proses
pembentukan motivasi siswa, karena siswa juga adalah bagian ataupun warga dari
suatu masyarakat. Malcom Brownlee
mengemukakan konsep yang memperlihatkan ketergantungan ini dengan mengemukakan
“Manusia dalam masyarakat dan masyarakat dalam manusia.” Lebih lanjut
dijelaskan bahwa konsep manusia dalam masyarakat mengisyaratkan ketergantungan
bahwa individu sebagai bagian dalam komunitas yang mmiliki sistim nilai sosial
yang saling mengikat dan mempengaruhi setiap individu yang hidup bersama dalam
sebuah komunitas, baik komunitas masyarakat kota ataupun masyarakat desa dan
atau kelompok belajar seperti siswa pada suatu sekolah.
Upaya
Meningkatkan
Motivasi
Belajar
Siswa
Proses pembelajaran akan
berhasil manakala siswa mempunyai motivasi dalam belajar. Oleh
karena itu, guru perlu menumbuhkan motivasi belajar siswa.
Untuk memperoleh hasil belajar yang optimal, guru dituntut kreatif
membangkitkan motivasibelajar siswa. Berikut ini dikemukakan beberapa
petunjuk untuk meningkatkan motivasi belajar siswa.
a) Memperjelas tujuan yang ingin dicapai
Tujuan yang jelas dapat membuat siswa paham
kearah mana ia ingin dibawa. Pemahaman siswa terhadap tujuan
pembelajaran dapat menumbuhkan minat siswa untuk belajar yang pada
gilirannya dapat meningkatkan motivasi belajar mereka. Semakin jelas
tujuan yang ingin dicapai, maka akan semakin kuat motivasi belajar. Oleh sebab
itu, sebelum proses pembelajaran dimulai hendaknya guru menjelaskan terlebih
dahulu tujuan yang ingin dicapai.
b) Membangkitkan minat
siswa
Siswa akan terdorong untuk belajar manakala
mereka memiliki minat untuk belajar. Oleh karena itu, mengembangkan minat
belajar siswa merupakan salah satu teknik dalam mengembangkan motivasi
belajar. Salah satu cara yang logis untuk memotivasi siswa dalam
pembelajaran adalah mengaitkan pengalaman belajar dengan minat
siswa. Pengaitan pembelajaran dengan minat siswa adalah sangat
penting, dan karena itu tunjukkanlah bahwa pengetahuan yang
dipelajari itu sangat bermanfaat bagi mereka. Demikian pula
tujuan pembelajaran yang penting adalah membangkitkan hasrat ingin tahu
siswa mengenai pelajaran yang akan datang, dan karena itu pembelajaran akan
mampu meningkatkan motivasi instrinsik siswa untuk mempelajari materi
pembelajaran yang disajikan oleh guru (Anni, dkk., 2006:186).
c) Ciptakan suasana yang menyenangkan dalam belajar
Siswa hanya mungkin dapat belajar baik manakala ada dalam suasana
yang menyenangkan, merasa aman, bebas dari takut. Usahakan agar kelas
selamanya dalam suasana hidup dan segar, terbebas dari rasa tegang. Untuk
itu guru sekali-kali dapat melakukan hal-hal yang lucu.
d) Menggunakan Variasi Metode Penyajian yang Menarik
Guru harus mampu menyajikan informasi dengan
menarik, dan asing bagi siswa- siswa. Sesuatu informasi yang disampaikan
dengan teknik yang baru, dengan kemasan yang bagus didukung oleh alat-alat
berupa sarana atau media yang belum pernah dikenal oleh siswa sebelumnya
sehingga menarik perhatian bagi mereka untuk belajar. Dengan pembelajaran
yang menarik, maka akan membangitkan rasa ingin tahu siswa di dalam
kegiatan pembelajaran yang selanjutnya siswa akan termotivasi dalam
pembelajaran. Motivasi instrinsik untuk belajar sesuatu dapat ditingkatkan
melalui penggunaan materi pembelajaran yang menarik, dan juga penggunaan
variasi metode pembelajaran. Misalnya, untuk membangkitkan minat belajar
siswa dapat dilakukan dengan cara pemutaran film, mengundang
pembicara tamu, demonstrasi, komputer, simulasi, permaianan peran,
belajar melalui radio, karya wisata, dan
lainnya (Anni, dkk., 2006:186-187 : Hamalik, 2009:168).
e) Berilah pujian yang wajar setiap keberhasilan siswa
Motivasi akan tumbuh manakala siswa merasa
dihargai. Dalam pembelajaran, pujian dapat dimanfaatkan sebagai alat
motivasi. Karena anak didik juga manusia, maka
dia juga senang dipuji. Karena pujian
menimbulkan rasa puas dan senang (Hamalik, 2009:167). Namun pujian harus sesuai
dengan hasil kerja siswa. Jangan memuji secara berlebihan karena akan terkesan
dibuat-buat. Pujian yang baik adalah pujian yang keluar
dari hati seoarang guru secara wajar dengan maksud untuk
memberikan penghargaan kepada siswa atas jerih
payahnya dalam belajar (Djamarah dan Zain, 2006:152).
f) Berikan penilaian
Banyak siswa yang belajar karena ingin memperoleh
nilai bagus. Untuk itu mereka belajar dengan giat. Bagi sebagian siswa
nilai dapat menjadi motivasi yang kuat untuk belajar. Oleh karena itu,
penilaian harus dilakukan dengan segera agar siswa secepat mungkin
mengetahui hasil kerjanya. Penilaian harus dilakukan secara objektif
sesuai dengan kemampuan siswa masing-masing.
Penilaian secara terus menerus akan mendorong
siswa belajar, oleh karena setiap anak memiliki kecenderungan untuk
memmperoleh hasil yang baik. Disamping itu, para siswa
selalu mendapat tantangan dan masalah yang harus dihadapi dan
dipecahkan, sehingga mendorongnya belajar lebih teliti dan seksama
(Hamalik, 2009:168).
g) Berilah komentar terhadap hasil pekerjaan siswa
Siswa butuh penghargaan. Penghargaan bisa
dilakukan dengan memberikan komentar yang
positif. Setelah siswa selesai mengerjakan suatu tugas, sebaiknya
berikan komentar secepatnya, misalnya dengan memberikan tulisan “bagus”
atau “teruskan pekerjaanmu” dan lain sebagainya. Komentar yang positif
dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Penghargaan sangat efektif
untuk memotivasi siswa dalam mengerjakan tugas-tugas, baik tugas-tugas
yang harus dikerjakan segera, maupun tugas-tugas yang berlangsung
terus menerus . Sebaliknya pemberian celaan kurang menumbuhkan motivasi dalam belajar.
Bahkan menimbulkan efek psikologis yang lebih jelek.
h) Ciptakan persaingan dan kerjasama
Persaingan yang sehat dapat menumbuhkan pengaruh
yang baik untuk keberhasilan proses pembelajaran siswa. Melalui persaingan
siswa dimungkinkan berusaha dengan sungguh-sungguh untuk memperoleh hasil yang
terbaik. Oleh sebab itu, guru harus mendesain pembelajaran yang
memungkinkan siswa untuk bersaing baik antar kelompok maupun antar
individu. Namun demikian, persaingan tidak selamanya menguntungkan,
terutama untuk siswa yeng memang dirasakan tidak mampu untuk bersaing,
oleh sebab itu pendekatan cooperative learning dapat dipertimbangkan untuk
menciptakan persaingan antar kelompok. Selain persaingan antar siswa lebih
banyak pengaruh buruknya daripada baiknya terhadap perkembangan
kepribadian siswa. Persaingan antara diri sendiri dapat dilakukan dengan
cara memberi kesempatan kepada siswa untuk mengenal kemajuan-kemajuan yang
telah diucapai sebelumnya dan apa yang dapat dicapai pada pada waktuberikutnya.
Misalnya guru membuat dan memberi tahu grafik kemajuan belajar siswa. Untuk mengembangkan
motivasi belajar, guru harus berusaha membentuk kebiasaan
siswanya agar secara berangsur-angsur dapat memusatkan perhatian lebih
lama dan bekerja keras. Oleh karena itu,usaha dan perhatian guru yang
besar lebih diperlukan untuk membimbing siswa-siswa yang memiliki pencapaian
rendah agar mereka memiliki motivasi belajar yang baik.
Disamping beberapa petunjuk cara membangkitkan
motivasi belajar diatas, adakalanya motivasi itu juga dapat dibangkitkan
dengan cara-cara lain yang sifatnya negatif seperti memberikan
hukuman, teguran dan kecaman, memberikan tugas yang sedikit berat dan
menantang. Namun, teknik-teknik semacam itu hanya bisa digunakan dalam
kasus tertentu. Beberapa ahli mengatakan dengan membangkitkan motivasi dengan
cara-cara negatif lebih banyak merugikan siswa. Untuk itulah seandainya
masih bisa dengan cara-cara yang positif, sebaiknya membangkitkan motivasi
dengan cara negatif dihindari.
Komentar
Posting Komentar